Banyuwangi Tanggap Stunting

Mari Bersama Cegah Stunting Di Banyuwangi

Segera laporkan jika menemui Balita terindinkasi stunting agar dapat segera tertangani dan mendapat pendampingan tenaga kesehatan.

Data yang Tersedia pada Banyuwangi Tanggap Stunting Bersifat Netral serta Tidak Memihak pada Organisasi Manapun

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

Ciri-ciri fisik yang tampak pada balita stunting yaitu, tinggi badan tidak sesuai dengan standar usianya atau anak tampak lebih pendek dibandingkan anak seusianya.

Perlu diketahui bahwa tidak semua balita pendek itu stunting, sehingga perlu dibedakan oleh dokter anak, tetapi anak yang stunting pasti pendek.

Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

Jika mengetahui ada balita yang terindikasi menderita stunting dapat melaporkan ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui menu LAPOR STUNTING atau klik pada link ini.

jika sudah muncul form lapor stunting, silahkan isikan form yang tersedia, antara lain:

  • Nama Balita (wajib diisikan)
  • Jenis Kelamin Balita (wajib diisikan)
  • Usia Balita (optional)
  • NIK Balita (optional)
  • Nomor Kartu Keluarga (optional)
  • Nama Ibu (wajib diisikan)
  • Nama Ayah (optional)
  • Alamat Lengkap (optional)
  • Kecamatan (wajib diisikan)
  • Desa / Kelurahan (wajib diisikan)
  • Nama Pelapor (wajib diisikan)
  • Nomor Telepon Pelapor (wajib diisikan)
  • Hubungan Pelapor dengan Balita (optional)

Pada Calon Pengantin:

  • Jarang sarapan pagi potensi hb rendah
  • Jarang konsumsi protein hewani potensi resiko KEK
  • Usia terlalu muda berpotensi melahirkan bayi prematur, BBLR dan perdarahan saat melahirkan
  • Belum siap secara mental karena masih muda dan potensi tidak siap dalam mengasuh anak

Pada Ibu Hamil:

  • Usia terlalu tua beresiko bayi lahir dengan kelainan genetik, menurunnya kecerdasan dan pada ibu beresiko timbulnya penyakit metabolik seperti DM, Hipertensi.
  • Hb rendah (minum tablet TT tidak teratur) potensi perdarahan, bayi lahir cacat.
  • Penambahan BB bumil tidak adekuat, resiko BBLR.
  • Kurang mendapatkan dukungan keluarga.

Pada Baduta (Anak Usia Bawah Dua Tahun):

  • Tidak ASI Eksklusif potensi kurang asupan gizi, mudah sakit.
  • Adanya penyakit infeksi (Gea, Ispa, Faringitis).
  • Riwayat kenaikan BB tidak adekuat (KMS) cenderung BB/U gizi kurang.
  • Kebutuhan perhitungan gizi disarankan tidak dibandingkan dengan perhitungan RDA anak sehat, melainkan dengan perhitungan RDA anak sakit sesuai berat badan terhadap umur.
  • Pemberian PMT diutamakan protein hewani saja.
  • Tidak menggunakan susu kental manis dalam pemberian PMT.

Angka Penurunan Stunting

Penyebab Stunting Terbanyak

Intervensi Penurunan Stunting

Dokumen Terkait Banyuwangi Tanggap Stunting

NO Nama Dokumen
1 Audit Kasus Stunting I Kabupaten Banyuwangi Tanggal 14 Mei 2023 Lihat Dokumen
2 Audit Kasus Stunting II Kabupaten Banyuwangi Tanggal 15 Agustus 2023 Lihat Dokumen
3 Diseminasi Audit Kasus Stunting Kabupaten Banyuwangi Tanggal 18 Oktober 2023 Lihat Dokumen
4 Evaluasi dan RTL Audit Kasus Stunting Kabupaten Banyuwangi Tanggal 19 November 2023 Lihat Dokumen

Berkolaborasi Menangani Stunting Di Banyuwangi

Gotong royong bersama menangani stunting menuju zero stunting untuk generasi unggul di Kabupaten Banyuwangi.